Dibalik Kenakalan Remaja: Penyebab dan Solusi

Oleh: Iftah Lutfi Abriyan

Kenakalan remaja merupakan perilaku yang menyimpang dari norma yang berlaku di masyarakat. Di Indonesia, isu kenakalan remaja sudah bukan merupakan hal yang baru. Mulai dari bullying, miras, tawuran serta fenomena klitih yang selalu ramai diperbincangkan. Berbicara mengenai kenakalan remaja tidak lepas dari adanya faktor yang melatarbelakangi perilaku tersebut dan bagaimana proses perilaku itu terjadi.   

Perilaku kenakalan remaja dapat dilihat melalui 2 faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal berkaitan dengan adanya perilaku konformitas atau yang biasa sering kita sebut dengan istilah ikut-ikutan. Remaja dengan ketidakstabilan emosinya, akan mudah terpengaruh dan termotivasi untuk mengikuti perilaku yang ia lihat di sekelilingnya atau di internet, sekalipun perilaku tersebut adalah perilaku yang buruk. Selain itu, remaja merasa haus akan validasi, sehingga ada suatu kebanggaan tersendiri ketika mereka berhasil melakukan perbuatan yang nakal. Remaja juga diidentikkan dengan masa pencarian jati diri. Sehingga yang terjadi, mereka memiliki keinginan dan kecenderungan untuk mencoba banyak hal baru, tak terkecuali perilaku kenakalan remaja. 

Faktor eksternal berkaitan lingkungan keluarga yang tidak harmonis, kurangnya perhatian dan pengawasan dari orangtua, serta pola pengasuhan yang kurang tepat. Pengaruh teman sebaya atau kelompok yang berperilaku negatif juga berperan besar dalam pembentukan perilaku kenakalan remaja. Selain itu, ketidakhadiran orangtua sebagai pendengar dan penyedia informasi bagi anak juga dapat menjadi salah satu faktor remaja melakukan perilaku yang negatif dan mencari kenyamanan di luar orangtua. Padahal kebanyakan remaja mengharapkan respon baik yang diberikan oleh orangtua seperti : 

  • Diapresiasi dan di support
  • Dibantu diarahkan untuk jalan hidup kedepannya
  • Menjadikan orangtua sebagai tempat bercerita yang nyaman dalam hal apapun 
  • Memberikan pengertian mengenai mengapa hal-hal yang diperintahkan atau dilarang, bukan semata-mata diperintah atau dilarang.

Lalu, apa yang sebaiknya dilakukan untuk mencegah perilaku ini terjadi?

Upaya pencegahan perilaku kenakalan remaja dapat dimulai dari kehadiran orangtua dalam mendampingi tahap perkembangan mereka. Remaja sangat membutuhkan komunikasi dua arah dengan orangtua. Jadi, orangtua perlu melakukan perhatian sepenuhnya dan mendengarkan dengan aktif (active listening) kepada anak ketika anak sedang mencurahkan isi hatinya. Selain itu, orangtua perlu memberikan konfirmasi, klarifikasi dan validasi atas cerita yang disampaikan oleh sang anak. Disamping itu, perilaku kenakalan remaja dapat muncul karena pengaruh pola pengasuhan yang kurang tepat, seperti gaya pengasuhan yang otoriter (terlalu mengekang) atau permisif (terlalu membebaskan). Maka dari itu, orang tua disarankan untuk menggunakan gaya pengasuhan yang otoritatif yaitu dengan memberikan kebebasan, tapi juga tetap dengan batasan. Beberapa hal yang dapat orangtua lakukan untuk menerapkan pola pengasuhan otoritatif adalah; 

  • Menumbuhkan kesadaran internal dengan mengajak anak untuk berpikir sehingga kesadaran dapat muncul dari dalam diri anak, bukan kontrol dari luar. 
  • Memberikan konsekuensi, bukan hukuman 
  • Memahami, bukan menghakimi        

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *